Pasang Badan untuk Anggota, H. Badris Salam Sikat Hambatan Pembiayaan KPR di Sulsel
Makassar — Memimpin organisasi raksasa seperti DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan bukanlah tugas administratif semata. Diperlukan sosok petarung yang berani 'pasang badan' membela kepentingan anggotanya di lapangan. Karakter itulah yang langsung ditunjukkan oleh H. Badris Salam.
Sehari usai gemuruh pelantikannya, Badris langsung turun ke gelanggang. Pada Kamis (8/10/2026), ia memboyong gerbong inti kepengurusannya—Sekretaris A. Ridwan Jabir dan Bendahara Andi Imran Rahmadi Putra YP—untuk 'mencecar' sekaligus mencari titik temu dengan jajaran manajemen bank pembiayaan perumahan di Makassar.
Agendanya tunggal dan tajam: memberangus segala bentuk batu sandungan yang kerap menyulitkan pengembang dalam mengakses pembiayaan, baik untuk segmen rumah subsidi (MBR) maupun komersial.
Advokasi Tanpa Kompromi
Sebagai mantan pekerja lapangan yang merintis karier dari bawah, Badris paham betul rasa frustrasi para pengembang daerah saat proyek mereka tersendat akibat birokrasi pencairan kredit yang kaku.
Dalam forum tatap muka dengan para petinggi bank tersebut, Badris dengan tegas menyuarakan aspirasi para anggotanya. Ia menuntut adanya kemudahan dan pelayanan yang optimal, namun tetap dalam koridor profesionalisme.
"Keterbukaan dari pihak perbankan sangat kami butuhkan. Jika para pengembang menghadapi kendala operasional, mari kita cari solusi terbaiknya bersama agar tidak mengganggu proses pembangunan hunian bagi masyarakat," ujar Badris memperjuangkan hak para pengembang.
Meski bertindak sebagai advokat bagi anggotanya, Badris tidak membabi buta. Ia menjamin bahwa REI Sulsel di bawah komandonya akan bersikap objektif dan siap menertibkan anggotanya yang 'bermain mata' atau melanggar aturan operasional perbankan.
Menang Telak di Meja Perundingan
Perjuangan Badris dan jajaran pengurus baru di meja diskusi ini membuahkan hasil manis bagi para pelaku industri properti. Ada dua 'kemenangan' besar yang sukses dibawa pulang oleh REI Sulsel untuk para anggotanya:
Pemangkasan Jalur Birokrasi Subsidi: Menjawab keluhan pengembang soal lambatnya pencairan KPR subsidi, forum menyepakati penyederhanaan mekanisme. Proses verifikasi on-the-spot (OTS) akan diperkuat agar hambatan administratif yang selama ini mengular dapat dipangkas habis.
Angin Segar Proyek Komersial: Merespons desakan REI terkait seretnya ekspansi perumahan komersial, perbankan akhirnya luluh dan memberikan perhatian khusus untuk memperluas akses fasilitas inden. Ini adalah 'oksigen' segar bagi pengembang non-subsidi untuk memperlancar perputaran modal proyek mereka di daerah.
Manuver cepat dan taktis H. Badris Salam ini membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin sejati. Ia tidak hanya duduk manis di kursi ketua, tetapi benar-benar hadir sebagai tameng dan ujung tombak bagi ratusan pengembang di Sulawesi Selatan untuk terus bernapas dan memajukan daerah.

