BREAKING NEWS

Diuji Krisis 2 Tahun Tanpa Pemasukan, Eks Buruh Bangunan H. Badris Salam Kini Resmi Nakhodai REI Sulsel

 



Makassar — Kursi Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 kini sah diduduki oleh H. Badris Salam. Pengesahan ini dilakukan langsung oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI dalam rangkaian Musda XV di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026).

Terpilihnya bos PT Bumi Pundi Karsa ini bukanlah sebuah kebetulan. REI Sulsel saat ini membutuhkan figur pemimpin dengan mental baja, dan Badris memiliki rekam jejak itu. Mental petarungnya tidak dibentuk di ruang seminar, melainkan di kerasnya lapangan proyek saat ia masih menjadi seorang kuli bangunan hingga menghadapi ancaman kebangkrutan bisnis.

Insting Bertahan Hidup Mantan Mandor

Mengawali karier murni dari bawah—sebagai buruh bangunan, tukang, hingga mandor—membuat Badris paham betul anatomi industri properti dari hulu ke hilir. Namun, pengalaman teknis itu rupanya belum cukup saat ia dihantam badai krisis bisnis pada tahun 2012.

Kala itu, Badris berekspansi dengan membeli lahan seluas 12 hektare di Sinjai untuk disulap menjadi kawasan perumahan komersial. Ia berekspektasi pasar Sinjai akan secemerlang Makassar. Realitanya? Penjualan macet total. Rumah tak laku, sementara modal miliaran rupiah tertahan di material bangunan.

"Saat itu kami dua tahun tidak pernah ada pemasukan. Padahal kita sudah keluarkan biaya untuk pembebasan lahan. Jadi kita kembali ke nol lagi," ungkap Badris blak-blakan soal masa tergelap dalam karier bisnisnya.

'Pivot' Cerdas Menuju Raja Rumah Subsidi

Di tengah himpitan krisis dan ancaman gulung tikar, insting bertahan hidup mantan pekerja keras ini mengambil alih. Berkat relasi yang baik, pihak Bank BTN Syariah memberikan saran krusial: mengubah haluan dari perumahan komersial menjadi proyek rumah subsidi.

Saran itu dieksekusi dengan cepat. Badris melakukan pivot bisnis. Gayung bersambut, perumahannya mendapat respons luar biasa berkat dukungan program sejuta rumah dari pemerintah. Dari 100 unit awal, 20 unit pertama berhasil akad KPR. Cashflow perusahaannya kembali bernapas.

Dari titik nadir di Sinjai, bisnisnya melesat eksponensial bak roket. Jejak ekspansinya kini menggurita melintasi Bone, Bulukumba, Bantaeng, Maros, Gowa, hingga Palopo. "Kalau dirata-ratakan, portofolio kami saat ini 70 persen rumah subsidi, 30 persen komersial," paparnya.

Kini, dengan jam terbang yang merentang dari kuli bangunan, mandor, hingga developer yang sukses lolos dari jerat kebangkrutan, Badris Salam adalah paket komplit. Kepemimpinannya di REI Sulsel diharapkan mampu membawa industri properti daerah tetap tangguh, sebab sang nakhoda tahu persis cara menghadapi badai sesulit apa pun.

"Kita harus selalu kerja keras, dan pastinya kerja dengan cerdas," pungkasnya tegas.

 


 


ADVERTISEMENT