Apresiasi Safari Subuh Kapolda Sulsel, Ketua REI Badris Salam: Keamanan Spiritual Kunci Investasi Properti
Makassar — Menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) nyatanya tak melulu harus ditegakkan lewat patroli sirine malam atau barikade bersenjata. Pendekatan kultural-religius di sepertiga malam justru kerap kali lebih ampuh menyentuh hati warga di level akar rumput.
Hal inilah yang tengah ditunjukkan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H. Melalui gebrakan program 'Shalat Subuh Berjamaah' dari masjid ke masjid, jenderal bintang dua ini tak pelak menuai banjir dukungan. Salah satu apresiasi tertinggi datang dari ekosistem dunia usaha.
Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan periode 2026-2029, H. Badris Salam, menilai langkah Kapolda Sulsel tersebut bukan sekadar ritual ibadah biasa. Manuver sejuk ini adalah pengejawantahan paling paripurna dari program Kapolri, yakni "Polisi Bersama Masyarakat".
Meruntuhkan Sekat Birokrasi dalam Satu Saf
Bagi Badris, pemandangan ketika pucuk pimpinan kepolisian daerah rela turun tangan, melebur dalam satu saf salat subuh bersama ulama, tokoh masyarakat, dan warga biasa, membawa pesan psikologis yang teramat kuat.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bapak Kapolda Irjen Pol. Awal Chairuddin. Ini adalah langkah out of the box. Ketika aparat penegak hukum hadir di tengah masyarakat pada waktu subuh, sekat-sekat birokrasi dan sekat struktural itu runtuh. Yang terbangun adalah kedekatan emosional dan rasa saling percaya," ungkap H. Badris Salam di Makassar, Jumat (9/10/2026).
Bos properti dari Bumi Pundi Karsa Holding Company ini menyadari, pendekatan dari hati ke hati alias 'Polisi Bersama Masyarakat' ini jauh lebih efektif dalam meredam potensi konflik sosial di wilayah Sulawesi Selatan.
Stabilitas Keamanan: 'Oksigen' Bagi Iklim Investasi
Sebagai nakhoda bagi ratusan pengembang perumahan di Sulsel, Badris melihat ada benang merah yang sangat erat antara keamanan spiritual dengan laju roda ekonomi. Dalam kacamata bisnis properti, stabilitas keamanan adalah 'oksigen' bagi iklim investasi.
Tidak ada investor yang mau menanamkan modal miliaran rupiah di wilayah yang rawan konflik. Sebaliknya, tidak ada pengembang yang berani membangun kawasan hunian jika keamanan warganya tidak terjamin.
"Rasa aman itu tidak hanya lahir dari penjagaan fisik secara formal, tetapi dari kehadiran aparat secara kultural. Program Shalat Subuh Berjamaah ini menciptakan ketenangan (cooling system) yang dampaknya langsung dirasakan oleh sektor riil. Ekonomi bergerak cepat jika masyarakatnya tenang dan aparatnya mengayomi," tegas mantan pekerja konstruksi yang kini merajai bisnis properti tersebut.
Lebih jauh, Badris memastikan bahwa DPD REI Sulsel siap bersinergi dan berkolaborasi penuh dengan jajaran Polda Sulsel. REI berkomitmen untuk turut serta menciptakan lingkungan hunian yang tidak hanya nyaman secara infrastruktur, tetapi juga aman secara sosial, sejalan dengan visi kepolisian.
"Apa yang dilakukan Bapak Kapolda adalah investasi sosial yang luar biasa bagi Sulawesi Selatan. Kami di REI Sulsel siap mendukung penuh dan bersinergi, karena tujuan kita sama: membangun peradaban masyarakat yang aman, sejahtera, dan penuh keberkahan," pungkasnya mantap.

