Sebut Mentan Amran 'Panglima Pangan', Mensesneg Pastikan Istana Bekingi Penuh Regulasi dan APBN
Font Terkecil
Font Terbesar
Jakarta - Kinerja impresif Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mengawal ketahanan pangan nasional menuai pujian selangit dari Istana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bahkan tak ragu menyematkan julukan kehormatan "Panglima Pangan" kepada Amran atas manuver agresifnya mewujudkan swasembada pangan sekaligus merintis megaproyek kemandirian energi nasional.
Sanjungan ini dilontarkan Prasetyo saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai daerah sentra produksi, Senin (21/9). Melalui konferensi video, Mensesneg menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan), pemerintah daerah, dan tentunya para petani di akar rumput.
"Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang bekerja keras pagi, siang, malam, tidak mengenal hari libur untuk memastikan swasembada pangan secepat-cepatnya. Salam hormat, dan terima kasih kepada petani Indonesia. Mereka adalah pahlawan bangsa yang sering kali kita lupakan," ujar Prasetyo tulus.
Bekingan Penuh Istana untuk "Panglima Pangan"
Prasetyo menggaransi bahwa Presiden Prabowo Subianto menempatkan urusan perut rakyat di kasta tertinggi prioritas pembangunan nasional, sejajar dengan sektor keamanan. Oleh karena itu, Istana siap "pasang badan" memberikan bekingan penuh terhadap gebrakan Kementan, baik dari sisi akselerasi regulasi maupun guyuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Selama Pak Mentan membutuhkan dukungan regulasi, tentu menjadi tugas dan tanggung jawab kami di Kemensetneg untuk memproses secepat-cepatnya. Demikian juga dukungan APBN. Jadi apa pun yang dibutuhkan untuk memastikan pangan terjamin, pemerintah akan mendukung penuh," tegas Prasetyo.
Mensesneg juga membocorkan bahwa dirinya baru saja melaporkan rancangan proyek bioetanol berbasis tebu, singkong, dan jagung ini kepada Presiden Prabowo. "Mumpung 'Panglima Pangan' yang perintahkan, kami diperintahkan ikut mendengarkan rapat ini sekaligus menyapa para bupati," kelakarnya.
Krisis Pangan Terlewati, Kementan Tancap Gas ke Bioetanol
Menanggapi dukungan penuh tersebut, Mentan Amran memastikan bahwa badai krisis pangan global berhasil dilewati Indonesia dengan gemilang. Indikator makro menunjukkan tren yang sangat positif: Nilai Tukar Petani (NTP) meroket, PDB pertanian tumbuh, dan capaian ini telah diakui oleh lembaga dunia sekaliber FAO dan USDA, serta BPS di dalam negeri.
"Krisis pangan kita aman. NTP kita tertinggi, produksi meningkat, swasembada bahkan kita sudah ekspor dan membantu Palestina. Pangan kita selesaikan, biodiesel tidak impor, sekarang kita masuk ke tahap selanjutnya: bioetanol," papar Amran optimis.
Amran membeberkan mimpi besarnya agar setiap pulau di Indonesia bisa mandiri secara pangan sekaligus energi. Komoditas tebu didapuk sebagai salah satu tulang punggung proyek bioetanol lantaran memiliki fleksibilitas ekonomi yang sangat tinggi.
Ia mencontohkan kesuksesan Brasil dalam mengelola tebu. Jika harga gula dunia sedang bagus, produksi tebu langsung diarahkan menjadi gula konsumsi. Sebaliknya, saat harga energi sedang meroket, tebu akan disulap menjadi etanol.
Meski memiliki kekayaan alam dan strategi yang matang, Amran mengingatkan bahwa megaproyek ini mustahil berjalan tanpa eksekusi taktis di tingkat daerah. Kehadiran 44 bupati dalam rapat tersebut menjadi kunci penentu.
"Tanpa dukungan bupati, tidak mungkin kita bisa bergerak cepat. Ini perjuangan bersama menuju Indonesia yang berdaulat pangan dan berdaulat energi," pungkas Amran mengunci arahannya.

