Makin Rapat! HBS Ngopi Bareng Amirullah Nur Jelang Pengembalian Formulir Ketua REI Sulsel
MAKASSAR — Lobi tingkat tinggi tak melulu harus dieksekusi di balik pintu ruang VIP hotel berbintang. Bagi dua jawara bisnis Sulawesi Selatan, sebuah warung kopi (warkop) justru menjadi medium paling autentik untuk mengunci kesepakatan-kesepakatan besar.
Suasana cair penuh canda tawa ini tersaji di Warkop Dg Anas, Makassar, Jumat (25/9/2026). CEO Bumi Pundi Karsa Holding Company sekaligus bakal calon kuat Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Sulsel, Haji Badris Salam (HBS), tampak ngopi santai bersama Ketua DPD Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Sulsel, Amirullah Nur Saenong.
Pertemuan di ujung pekan ini bukan sekadar ajang nostalgia dua sahabat lama. Momen ini menjadi penegas soliditas Gapeksindo di barisan HBS, hanya beberapa hari menjelang pengembalian formulir pendaftaran calon Ketua REI Sulsel.
"Saya sebagai Ketua Gapeksindo mendukung beliau untuk jadi ketua supaya ke depan Gapeksindo bisa bersinergi nyata. Karena Gapeksindo dan REI itu saling terkait urat nadinya, antara pengembang perumahan dan urusan konstruksi," papar Amirullah di sela-sela seruputan kopinya.
Persahabatan, Doa di Makkah, dan Visi Sinergi
Sikap pasang badan Amirullah Nur untuk HBS sejatinya sudah terkalibrasi sejak jauh hari. Dukungan konkret ini sebelumnya telah dideklarasikan saat keduanya bertemu di sebuah kafe di Jakarta pada 16 September lalu, tak lama setelah Amirullah mendarat dari Tanah Suci.
Kala itu, Amirullah blak-blakan mengaku telah secara khusus memanjatkan doa di Makkah untuk kelancaran hajat Badris memimpin asosiasi pengembang perumahan tersebut. Pertemuan Jakarta yang turut disaksikan elite pengusaha seperti Ketua ISMI Sulsel Andi Yusran Paris dan pengacara Aldin Bulen itu, kini dikonkretkan kembali di Makassar.
Bagi Amirullah, sektor properti tidak akan bisa berlari kencang tanpa tulang punggung jasa konstruksi. Kolaborasi dua raksasa industri inilah yang ia yakini mampu direalisasikan jika HBS memegang tongkat komando REI Sulsel.
Menariknya, kepiawaian HBS dalam merajut komunikasi lintas sektoral tampaknya belum mampu disaingi kandidat lain. "Saya belum tahu kalau ada calon lain selain HBS. Soalnya yang aktif berkomunikasi dengan Gapeksindo memang hanya Haji Badris," bongkar Amirullah.
Senin Penentuan: Pengembalian Formulir & Rp300 Juta
Pertemuan santai di Warkop Dg Anas ini sekaligus menjadi "pemanasan" mesin politik HBS sebelum memasuki tahapan krusial pekan depan.
Sesuai jadwal resmi Steering Committee (SC) Musda XV REI Sulsel, Badris Salam dijadwalkan akan mengembalikan secara langsung formulir pencalonan dirinya ke Sekretariat DPD REI Sulsel pada Senin, 28 September 2026.
Langkah pengembalian formulir tersebut dipastikan tidak dengan tangan kosong. Berkas HBS akan disertai dengan pelunasan candidate fee (biaya pencalonan) sebesar Rp300 juta secara tunai, yang menjadi syarat mutlak pencalonan Ketua REI Sulsel periode 2026-2029.
Dengan amunisi logistik yang siap sedia, serta barisan pendukung lintas asosiasi yang makin rapat, publik kini bersiap menyaksikan peresmian langkah HBS menuju singgasana nomor satu di ekosistem properti Sulawesi Selatan.

