BREAKING NEWS

Bukan Jago Kandang! H. Badris Salam Buktikan REI Sulsel Mampu Gelar Akad Massal 8.000 Unit

 



JAKARTA — Mengangkat derajat dan nama baik daerah di pentas nasional membutuhkan lebih dari sekadar retorika. Ia menuntut tindakan nyata, pengorbanan waktu, dan keberanian untuk bertarung di level tertinggi.

Komitmen itulah yang tengah dibuktikan oleh CEO Bumi Pundi Karsa Holding Company, Haji Badris Salam. Tak ingin melihat pengembang Sulawesi Selatan hanya dipandang sebelah mata, Badris melangkah jauh meninggalkan zona nyamannya di Makassar.

Pada Rabu (16/9/2026), ia terbang ke jantung ibu kota, menyambangi Kantor Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Agendanya tunggal dan sangat strategis: memastikan Sulawesi Selatan menjadi episentrum program perumahan nasional.
Lobi Tingkat Tinggi: Sulsel Siap Sambut Presiden

Kehadiran Haji Badris di Jakarta tidak sendirian. Ia didampingi oleh Sekretaris Jenderal DPP REI sekaligus mantan Ketua DPD REI Sulsel, Raymond Ardan Arfandi. Kolaborasi dua tokoh ini menelurkan lobi tingkat tinggi yang meyakinkan Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho.

Dalam pertemuan krusial tersebut, Raymond menyampaikan bahwa Perumahan Bumi Findaria Mas di Kabupaten Maros—yang merupakan mahakarya dari perusahaan milik Badris—sangat siap dijadikan lokasi akad massal berskala raksasa yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

"Kedatangan kami ini serius merencanakan akad massal di Sulsel. Kami sengaja mengajak Bapak Haji Badris selaku owner agar BP Tapera melihat langsung kesiapan daerah. Kami ingin meminta petunjuk dan arahan agar acara tahun depan berjalan sempurna," ungkap Raymond, menegaskan misi besar mereka.

Pengakuan Pusat untuk Kualitas Pengembang Daerah

Perjuangan tulus Badris Salam untuk "menjual" potensi REI Sulsel berbuah manis. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengaku salut dengan langkah proaktif dan keberanian developer daerah yang langsung menjemput bola ke pusat.

Heru memvalidasi bahwa rekam jejak Haji Badris bukan isapan jempol. Kualitas perumahannya bahkan telah diakui oleh para petinggi negeri.

"Saya tahu persis perumahan milik Haji Badris ini bagus dan sangat memenuhi syarat menjadi lokasi akad massal. Apalagi sebelumnya sudah pernah ditinjau langsung oleh Bapak Menteri Ara (Maruarar Sirait)," puji Heru.

Untuk mewujudkan hajatan akbar yang ditargetkan mencapai 8.000 unit rumah pada Juli 2027 tersebut, Heru menantang Badris untuk menyiapkan lahan steril seluas dua hektare sebagai lokasi acara. Tak hanya itu, BP Tapera juga mengundang VIP Haji Badris untuk melakukan studi banding pada acara akad massal di Malang, Jawa Timur, Desember 2026 mendatang.


Mendapat mandat dan beban berskala nasional, Badris Salam tidak gentar. Baginya, penunjukan Bumi Findaria Mas bukan sekadar pencapaian portofolio perusahaannya semata, melainkan kemenangan bagi muruah seluruh anggota REI Sulawesi Selatan.

Ia ingin membuktikan bahwa developer lokal dari Sulsel memiliki kapasitas, kualitas, dan militansi yang sejajar—bahkan melampaui—pengembang dari Pulau Jawa.

"Insyaallah, kami sudah menyiapkan segala kebutuhan lahan dan persyaratan teknis yang diminta BP Tapera. Terlebih lagi, pengalaman kami saat diundang ke Serang untuk acara serupa menjadi modal berharga," tegas Badris.

Melalui langkah konkret di Jakarta ini, Haji Badris Salam kembali menegaskan posisinya. Ia bukan sekadar pengusaha yang mencari untung di daerah, melainkan sosok pejuang yang dengan tulus menghibahkan tenaga dan pikirannya demi mengangkat nama besar REI Sulawesi Selatan di kancah nasional.

 


 


ADVERTISEMENT