BREAKING NEWS

Kemnaker-Yamaguchi Perkuat Pemagangan SDM Indonesia

  


 

Jakarta – Kerja sama pemagangan Indonesia-Jepang diarahkan tidak hanya untuk membuka akses pengalaman kerja di luar negeri, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan, budaya kerja, dan pengalaman yang dapat menjadi modal ketika kembali ke Indonesia.

Arah tersebut diperkuat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Pemerintah Prefektur Yamaguchi melalui penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) terkait peningkatan pengiriman dan penerimaan peserta pemagangan teknis asal Indonesia di Jepang, Kamis (27/8/2026).

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia sekaligus memastikan peserta mendapatkan pelindungan selama mengikuti program pemagangan.  “Penandatanganan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Jepang, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemagangan teknis. Jepang memiliki pengalaman, teknologi, dan budaya produktivitas yang berharga, sementara Indonesia memiliki SDM potensial yang siap berkontribusi,” ujar Cris.

Menurutnya, kerja sama dengan Yamaguchi juga membuka ruang yang lebih luas bagi pertukaran informasi dan penanganan berbagai persoalan yang dihadapi peserta selama berada di Jepang. Mekanisme tersebut diharapkan dapat memperkuat pelindungan sekaligus mendukung pengembangan karier dan kemandirian peserta setelah menyelesaikan program.

Implementasi MoC akan diselaraskan dengan perkembangan kebijakan ketenagakerjaan Jepang, khususnya Employment for Skill Development (ESDP) yang akan mulai diberlakukan pada awal 2027.

Perubahan kebijakan tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk memastikan calon peserta tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa, etos kerja, serta pemahaman terhadap budaya kerja dan lingkungan sosial di Jepang. “Kami berharap MoC ini segera diterjemahkan ke dalam program yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta, perusahaan, serta masyarakat di kedua negara, serta menjadi fondasi awal untuk menerapkan kebijakan baru ESDP yang akan segera diberlakukan pada awal tahun depan,” kata Cris.

Kemnaker menilai kesiapan peserta menjadi salah satu kunci agar program pemagangan memberikan manfaat lebih panjang. Pengalaman yang diperoleh selama berada di Jepang diharapkan tidak berhenti ketika masa pemagangan selesai, tetapi dapat menjadi bekal bagi peserta untuk membangun karier dan kemandirian setelah kembali ke Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia berharap Pemerintah Prefektur Yamaguchi terus mendukung terciptanya lingkungan kerja dan sosial yang aman, baik, serta kondusif bagi peserta asal Indonesia.

Kerja sama ini sekaligus memperkuat arah pemagangan teknis sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas SDM. Dengan pengalaman bekerja di lingkungan industri Jepang, peserta diharapkan memperoleh keterampilan dan budaya produktivitas yang relevan untuk dibawa pulang dan dikembangkan di Indonesia.

Cris menegaskan, penandatanganan MoC bukan menjadi tujuan akhir, melainkan pijakan untuk membangun mekanisme pemagangan yang lebih konkret, adaptif terhadap perubahan kebijakan Jepang, serta memberikan manfaat bagi peserta dan dunia usaha kedua negara.

 


 


ADVERTISEMENT