BREAKING NEWS

Inovasi KKN Unhas di Bantaeng: Petakan Timbunan Sampah Lewat Peta Digital Google My Maps

  


BANTAENG – Sengkarut pengelolaan sampah yang kerap menjadi problem klasik di tingkat kelurahan kini mendapat sentuhan teknologi di tangan generasi muda akademisi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menelurkan terobosan inovatif berupa "Pemetaan dan Pemantauan Titik Timbunan Sampah Berbasis Google My Maps" di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, pada Kamis (6/8/2026).

Program rintisan ini menjadi angin segar bagi tata kelola lingkungan daerah. Melalui sentuhan digitalisasi, peta sebaran titik kumpul sampah liar maupun resmi kini tak lagi sekadar data di atas kertas, melainkan terekam secara real-time di dunia maya.

Cukup Scan QR Code, Pantau Sampah Lewat Genggaman

Inovasi yang digagas oleh para mahasiswa "Kampus Merah" ini menyulap platform Google My Maps menjadi alat pemantauan lingkungan yang interaktif. Aksesnya pun dibuat sangat kekinian dan merakyat; warga atau aparatur pemerintah cukup memindai Quick Response (QR) Code menggunakan smartphone.

Titik koordinat yang tersaji di layar bukan sekadar penanda buta. Setiap lokasi timbunan sampah telah dikuliti dengan data komprehensif yang memuat:

  • Informasi Lokasi Geografis: Titik presisi di mana sampah menumpuk.

  • Deskripsi Singkat: Penjelasan volume dan jenis karakteristik sampah dominan.

  • Dokumentasi Visual: Bukti foto kondisi riil di lapangan untuk memudahkan identifikasi petugas kebersihan.

Hebatnya lagi, peta digital ini bersifat dinamis (sistem open kolaborasi). Pengguna yang memiliki hak akses otoritas dapat melakukan update atau pembaruan data secara berkala, memastikan informasi yang tersaji selalu sinkron dengan kondisi terkini di lapangan.

Bukan Sekadar Program Hit and Run

Berbeda dengan proyek KKN pada umumnya yang kerap terhenti saat mahasiswa kembali ke kampus, inovasi di Pallantikang ini dirancang untuk berumur panjang.

Sebagai exit strategy untuk menjaga keberlanjutan program, mahasiswa KKN Unhas telah membekali aparatur dan masyarakat setempat dengan Buku Panduan Penggunaan Peta Digital. Modul saku ini membedah tata cara mengakses, mengelola, hingga memperbarui matriks data di Google My Maps.

Selain itu, poster-poster visual yang memuat cetakan QR Code juga disebar dan ditempel di titik-titik strategis untuk mempermudah akses warga.

"Peta digital ini dirancang agar informasi mengenai titik timbunan sampah tidak hanya sekadar terdokumentasi, tetapi juga dapat terus diperbarui sesuai dinamika di lapangan. Harapannya, peta ini menjadi media pemantauan yang valid sekaligus sumber informasi strategis untuk mendukung pengelolaan sampah kelurahan yang lebih efektif dan berkelanjutan," tegas Muhammad Rezqy Aryaputra Aliefyanto, Mahasiswa Unhas selaku Penanggung Jawab Program Kerja tersebut.

Langkah taktis mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 116 ini diharapkan tak sekadar menjadi proyek percontohan, melainkan bisa direplikasi oleh kelurahan lain di Kabupaten Bantaeng sebagai amunisi utama mewujudkan mitigasi lingkungan yang terintegrasi secara digital.

 


 


ADVERTISEMENT