BREAKING NEWS

Aksi Nyata KKN Unhas: Sebar 20 Tempat Sampah Terpilah di Sekolah dan Masjid Baju Bodoa Maros

  


MAROS – Kebiasaan memilah sampah tak akan pernah membudaya jika tidak ditopang oleh fasilitas yang memadai. Realitas sosiologis inilah yang ditangkap oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) saat menjalankan pengabdian di Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.

Meski sejumlah fasilitas pendidikan dan rumah ibadah di wilayah tersebut telah memiliki tempat sampah, ketiadaan wadah khusus pemisah antara sampah organik dan anorganik membuat edukasi pengelolaan sampah sejak dari sumbernya menjadi jalan di tempat.

Merespons kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas mengambil langkah intervensi konkret. Diinisiasi oleh Joshua Vinansius Simbolon melalui program kerja individunya, sebanyak 20 unit tempat sampah terpilah resmi didistribusikan ke ruang-ruang publik sentral di Baju Bodoa.

Sasar Titik Vital Edukasi dan Spiritual

Distribusi puluhan wadah ramah lingkungan yang terdiri dari 10 tempat sampah organik dan 10 anorganik ini tidak dilakukan secara serampangan. Penyaluran dieksekusi secara maraton selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Sabtu (8/8) hingga Senin (10/8/2026), dengan menyasar tiga wilayah rukun warga (RW).

Fasilitas pemilahan sampah ini difokuskan pada 10 titik strategis yang menjadi pusat interaksi warga dari berbagai rentang usia, yakni:

  • 3 Sekolah Dasar: Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ainun Syamsi dan SDN 16 Pangkasalo (RW 003 Lingkungan Masembo), serta SDN 22 Maros (RW 001 Lingkungan Kassi Kebo).

  • 2 Tempat Pembelajaran Al-Qur’an (TPQ): Berlokasi di wilayah RW 002 Lingkungan Betang.

  • 5 Masjid Utama: Tersebar merata di RW 001, RW 002, dan RW 003.

"Melalui program ini, penyediaan fasilitas pemilahan dirancang untuk memantik kesadaran masyarakat. Kita ingin membiasakan warga, terutama anak-anak di sekolah dan jamaah masjid, agar secara refleks memisahkan sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang," urai Joshua menjelaskan esensi dari program kerjanya.

Sinergi Akademisi dan Birokrasi Akar Rumput

Proses serah terima fasilitas ini tidak hanya menjadi ajang simbolis, melainkan wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan birokrasi di tingkat akar rumput.

Penyerahan dilakukan secara door-to-door dan head-to-head. Fasilitas untuk institusi pendidikan diterima langsung oleh para Kepala Sekolah, sedangkan untuk rumah ibadah diserahkan kepada jajaran Pengurus Masjid dan Penanggung Jawab TPQ.

Demi menjaga akuntabilitas program, setiap prosesi serah terima diikat dengan penandatanganan Berita Acara oleh Joshua Vinansius Simbolon selaku inisiator program dan pihak penerima manfaat. Momentum ini turut dikawal dan disaksikan langsung oleh Lurah Baju Bodoa serta para Ketua RW di masing-masing lingkungan pembagian.

Kehadiran tong sampah terpilah dari KKN Unhas ini diharapkan tak sekadar menjadi ornamen baru di sudut sekolah dan masjid, melainkan menjadi tonggak awal perubahan perilaku tata kelola lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Maros.


 


 


ADVERTISEMENT