Sambut Aturan Baru OJK, Ketua Harian DPW Asprumnas Sulsel Sepril Pammai dan Ketum Asprumnas Rapatkan Barisan Pengembang di Makassar
Font Terkecil
Font Terbesar
MAKASSAR – Angin segar dari pemerintah pusat terkait kemudahan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) langsung direspons cepat oleh pelaku industri properti di daerah. Ketua Harian Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (DPW ASPRUMNAS) Sulawesi Selatan, Ir. Sepril S. Pammai, M.M., bersiap tancap gas menekan angka backlog perumahan usai rintangan credit scoring bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) resmi dipangkas.
Optimisme ini mengemuka kuat saat Sepril Pammai menjamu kunjungan kerja singkat Ketua Umum DPP ASPRUMNAS, M. Syawali Pratama, S.E., M.M., di Kota Makassar pada Kamis (7/5/2026).
Dalam sebuah diskusi strategis berbalut coffee break di kawasan bisnis Jalan Boulevard, Panakkukang, Sepril memimpin langsung brainstorming bersama jajaran pengurus teras Asprumnas Sulsel, termasuk Wakil Ketua 1, A. Jemmy Rondonuwu, SE., CFLS.
Fokus utama yang dibedah oleh Sepril dan jajaran pengurus pusat adalah mengurai benang kusut pembiayaan MBR. Salah satu kabar paling revolusioner yang disambut antusias oleh pengembang daerah adalah kebijakan terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kini, warga yang memiliki riwayat tunggakan kredit di bawah Rp 1 juta—yang lazimnya terjadi akibat tagihan paylater atau pinjaman online (pinjol) skala kecil—tidak lagi dijebloskan ke dalam daftar hitam (blacklist) SLIK OJK untuk pengajuan KPR.
Sepril Pammai menyambut baik langkah taktis ini. Ia sepakat dengan Ketum Syawali Pratama yang memberikan standing ovation (apresiasi tinggi) kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, atas lobi-lobi tingkat tingginya.
"Seperti yang ditegaskan Ketum, kebijakan OJK ini sangat bersejarah. Bagi kami di daerah, ini adalah buah perjuangan tak kenal lelah dari Menteri Ara. Masyarakat MBR di Sulsel yang sempat tersandung utang kecil kini punya hak asasi yang sama untuk memiliki rumah layak," ujar Sepril menggemakan pesan dari diskusi tersebut.
Kendati keran regulasi pembiayaan kian dipermudah, pertemuan di Makassar ini juga melahirkan komitmen kuat terkait standar mutu. Sepril Pammai dengan tegas menyanggupi instruksi dan warning keras dari Ketua Umum ASPRUMNAS agar kemudahan dari pemerintah dijawab dengan profesionalisme.
Selaku motor penggerak ASPRUMNAS di Sulsel, Sepril mewanti-wanti seluruh anggotanya agar tidak "aji mumpung". Ia memastikan bahwa label "rumah subsidi" tidak akan pernah menjadi dalih bagi pengembang di bawah naungannya untuk mendirikan bangunan dengan kualitas material dan konstruksi yang asal-asalan.
"Pelonggaran dari perbankan dan OJK ini adalah karpet merah bagi pengembang. Tapi kami di DPW Sulsel memegang teguh instruksi pusat: profesionalisme adalah harga mati. Kualitas bangunan harus tetap dijaga. MBR berhak mendapatkan hunian yang aman, nyaman, dan bernilai investasi," tegas pengusaha properti senior tersebut.
Kunjungan singkat dan konsolidasi di Makassar ini menjadi pijakan strategis bagi komando Sepril Pammai. DPW ASPRUMNAS Sulsel kini bersiap menyelaraskan ritme pembangunan daerah dengan regulasi pusat, menjadikan Sulawesi Selatan sebagai garda terdepan penyediaan rumah subsidi yang berkualitas di gerbang Timur Indonesia.

