Pantau Arus Mudik 24 Jam, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad Tinjau Kesiapan Jasa Marga: 143 Juta Orang Bakal Pulang Kampung!
JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, bergerak cepat meninjau kesiapan infrastruktur jelang periode mudik Lebaran Idul Fitri 2026. Didampingi langsung oleh Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, Raffi menyambangi Command Center Jasa Marga untuk memastikan kelancaran arus mudik yang diprediksi bakal menjadi yang terbesar dalam sejarah.
Laporan Eksklusif: Menembus Jantung Kendali Tol Dalam pantauan di lokasi, Raffi Ahmad melihat langsung kecanggihan sistem monitoring yang beroperasi 24 jam nonstop. Command Center ini menjadi "mata" pemerintah untuk memantau titik kemacetan, potensi kecelakaan, hingga dinamika cuaca di seluruh ruas jalan tol secara real-time.
"Kami meninjau langsung kesiapan Jasa Marga. Ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah dan BUMN berkomitmen penuh menghadirkan mudik yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Raffi Ahmad di sela-sela kunjungannya, Rabu (25/2/2026).
Aplikasi Travoy: Senjata Digital Pemudik Guna meminimalisir penumpukan kendaraan di gerbang tol maupun rest area, Jasa Marga memperkenalkan aplikasi Travoy. Asisten digital berbasis mobile ini dirancang sebagai pemandu pintar bagi pemudik.
“Masyarakat jangan sampai abai. Di aplikasi Travoy, semua ada. Mulai dari pantauan CCTV langsung, tarif tol, cek saldo e-toll, hingga lokasi rest area terdekat,” tambah Rivan Purwantono.
Jika pemudik mengalami kendala darurat di tengah perjalanan, Jasa Marga telah menyiagakan call center di nomor 14080 dan 133.
Data dan Strategi: Mengelola "Ledakan" 143 Juta Pemudik Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tantangan berat bagi sektor transportasi. Data internal menunjukkan perkiraan pergerakan lebih dari 143 juta orang dan 3,5 juta kendaraan yang akan memadati jalur darat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan "jurus" khusus guna menjaga rasio kepadatan jalan (V/C Ratio) tetap aman:
• Rekayasa Lalu Lintas: Pemberlakuan One Way, Contra Flow, dan sistem Ganjil-Genap secara situasional.
• Insentif Tarif: Pemberian diskon tarif tol di jam-jam tertentu untuk memecah kepadatan.
• Posko Terpadu: Penambahan jumlah posko kesehatan dan pengamanan di titik-titik krusial.
Kunjungan Raffi Ahmad ini menegaskan peran strategis generasi muda dalam mengawal kebijakan publik. Persiapan matang dari sisi teknologi dan regulasi diharapkan mampu menekan angka kecelakaan serta memastikan tradisi mudik tahun ini berjalan lancar.
"Mari kita dukung dan doakan agar semua pemudik bisa berkumpul bersama keluarga dengan selamat di kampung halaman," tutup Raffi dengan nada optimis.
.jpeg)
