Tindak Lanjut WCCE: “Friends of Creative Economy, The World Conference on Creative Economy: What's Next?


KABARTIMUR.ID Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menyelenggarakan pertemuan lanjutan dari World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali, November 2018 lalu dengan tema “Friends of Creative Economy, The World Conference on Creative Economy: What's Next?", berlokasi di Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada tanggal 24 Mei 2019. Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta dari perwakilan kedutaan besar negara mitra, diantaranya negara anggota ASEAN, Friends of Creative Economy (FCE), MIKTA, organisasi internasional seperti UNDP, UNIDO dan UNESCO serta pihak internal Kementerian Luar Negeri.

Pertemuan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Indonesia (Pemri) dalam mengarusutamakan isu ekonomi kreatif (ekraf) di tingkat global, dimana dalam forum tersebut telah disampaikan update informasi terkait tindakkan apa saja yang telah Pemri lakukan dan akan lakukan sebagai pengembangan WCCE kedepannya, serta untuk menjajaki negara-negara yang berpotensi untuk dijadikan co-sponsor ranres ekonomi kreatif. WCCE yang pada awalnya diinisiasi oleh Bekraf dan Kemlu, saat ini diharapkan menjadi konferensi milik dunia internasional. Indonesia sebagai negara penginisiasi WCCE terus berupaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif di kancah internasional.

Pertemuan dibuka oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu, Bapak Febrian Alphyanto Ruddyard, dan turut menghadirkan Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf, Ibu Endah Wahyu Sulistianti, serta Resident Representative dari UNDP Indonesia, Mr. Christophe Bahuet.

Bapak Ruddyard dalam remarks-nya menyampaikan mengenai capaian yang telah dilakukan oleh Pemri, diantaranya penyusunan rancangan resolusi ekonomi kreatif untuk mengarusutamakan isu ekraf di fora internasional, serta pembentukan Centre of Excellence for Creative Economy sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dan ide serta kolaborasi antar pelaku ekraf.  Ibu Endah sebagai wakil dari Bekraf turut menyampaikan mengenai rencana pelaksanaan sidang intersesi FCE yang akan dilaksanakan bulan Agustus mendatang, rencananya akan membahas mengenai peninjauan kembali implementasi Bali Agenda on Creative Economy serta penggalangan dukungan terhadap rancangan resolusi.

Dari sisi organisasi internasional, Mr. Bahuet juga menyampaikan dukungannya terhadap perkembangan ekraf di Indonesia, dimana ekraf telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap GDP dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai salah satu bentuk dukungannya, UNDP berencana untuk menggalang entrepreneur muda untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan SDGs, serta membentuk platform untuk bekerja sama dan berbagi pengalaman.

Diharapkan pertemuan ini mampu menciptakan langkah-langkah konkrit yang berkesinambungan dalam pengembangan dan pengimplementasian isu ekraf yang usianya masih tergolong muda hingga dapat diterima lebih luas oleh dunia internasional. Sehingga melalui kehadiran dan dukungan kerjasama dari negara-negara mitra seperti ASEAN, FCE, MIKTA, serta organisasi internasional dapat menjadi bukti keseriusan Indonesia dan pihak-pihak yang terlibat dalam mensukseskan WCCE 2020 yang akan diselenggarakan di Dubai mendatang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel